Monday, June 29, 2009

TRANSFORMER

PENDUSTA AGAMA

Shalat adalah tiang agama. maka kalau shalat sudah ditinggalkan robohlah agama itu. ucapan kita beragama ISlam akhirnya menjadi dusta, jatuhlah ikita sebagaimana dikatakan dalam QS Al Ma'un ayat pertama sebagai pendusta agama.
Al Ghazali mengatakan bahwa sholat itu ibarat kepala bagi body. manusia hidup itu boleh tidak punya tangan, tidak punya kaki, tetapi tidak mungkin manusia hidup tidak punya kepala. maka shalat membedakan antara orang Islam dengan orang kafir.
pada hari kiamat nanti amal seorang muslim yang dihisab pertama kalai adalah shalatnya. kalau shalatnya baik, maka seluruh amalnya menjadi baik, kalau shalatnya jelek maka seluruh amalnya juga turut jelek.
tentu shalat yang dimaksud bukan hanya shalat yang dikerjakan tetapi shalat yang ditegakkan. maka bahasanya bukan 'amilu al-shalat tetapi aqimu al-shalat. bisa dikatakan shalat kalau dengan shalat itu sudah bisa mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al-Ankabut :45).
relevansinya, Shalat hendaklah yang mathlubah (yang seharusnya) bukan hanya maktubah (hanya apa adanya). seseorang yang mengerjakan shalat secara mathlubah, dengan benar, maka ia akan dimudahkan Allah untuk meninggalkan perbuatan keji dan munkar. Nggak mungkin ada seorang elaki nakal yang mau berzina, waktu PSKnya datang dia berkata,"sebentar ya mbak saya shalat dulu" nggak mungkin!


TRANSFORMER
Tugas kita adalah menjadikan shalat itu menjadi shalat yang transformatif, MEMAKNAI IBADAH menjadi sesuatu yang bisa mengubah tindakan. Shalat yang ditegakkan adalah shalat yang mmbawa sifat-sifat shalat ke luar shalat. Contohnya takbir. kalau kita mengahayati takbir, maknanya kita mengecilkan apapun di luar Allah, hanya Allah yang maha besar. Akan tetapi sikap ini sering terlupakan ketika sudah selesai shalat. Artinya kita besarkan Allah di dalam shalat, akan tetapi di luar kita besarkan pangkat, jabatan, gelar, maupun popularitas. ini sama halnya kita mengucapkan apa yang kita tidak perbuat. berat!
dalam QS As Shaf:3, Allah SWT berfirman ,"mengapa kalian mengatakan hal yang tidak kalian perbuat? betapa besar murka Alah karena kalian mengatakan hal yang tidak kalian lakukan"
Maka, shalat menjadi penting, karena memiliki makna yang luar biasa baik dari segi psikis, fisiologis, maupun ketentraman bathin. sedemikian penting hingga orang tidak boleh meningglkan shalat sedikitpun dalam keadaan apapun. Orang puasa kalau sedang sakit, boleh ditinggalkan, namun shalat tidak boleh ditinggalkan kecuali halangna syariat seperti menstruasi.
jika tidak bisa berdiri, sambil duduk, jika tidak bisa, ya berbaring, jika berbaring masih sulit, shalat sambil kedip-kedip saja. Luar biasa, kan?


SIKAP SABAR, SIFAT TUNDUK
islam adalah sistem ide, tidak mengacu pada sosok seseorang. Dikatakan sebagai kristen, karena dia pengikut kristus, Budhism, karena pengikut Budha. Tapi Islam, meskipun pengikut Muhammad, tidak lantas disebut Muhamadanism, atau Muhammadiyah. Sistem Idenya adalah, begitu masuk Islam, kita harus tunduk pada peraturan.
bahwasanya La ikraha Fiddin, betul bahwatak ada paksaan dalam agam, maksudnya, orang itu tidak dipaksa masuk Islam, tapi begitu masuk Islam, maka harus tunduk dengan peraturannya.

Sifat shalat mengajarkan muslim sikap kesabaran dan ketaatan. Perhatikan bacaan shalat, apa yang dibaca tiap hari sama saja (kecuali mungkin bacaan surat-suratnya)
Akan tetapi kita nggak bisa shalat hari ini karena bacaannya sama terus kita ucapkan ,"idem,idem,idem" jelas nggak boleh. mengapa Shubuh hanya dua rakaat? mengapa pada saat tahiyat jari kita hanya telunjuk yang diangkat, bukannya 3 jari membentuklambang mettalica misalnya. Ya, itulah ketaatan!

Proses Iman didahului dengan kemusliman, sifatnya adalah taslim (tunduk)
Shalat merupakan manifestasi dari ketundukan kita kepada Allah. Maka intinya adalah ruku' dan sujud. filosofi sujud itu luar biasa. Bahasa Al Quran, Shalat itu sama dengan sujud. eksistensi manusia ketika sujud adalah partikel yang sngat kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. perhatikan Kafiyat (tatacara) sujud. Kepala diletakkan bumi, sejajar dua telapak tangan dan kaki. Kepala organ tubuh yang paling dihormati, terletak di atas, pada waktu shalat ditempatkan sejajar dengan kaki yang selalu ada di bawah.
Sujud kalau kita hitung jumlahnya dalam shalat memiliki porsi yang paling besar, dua kali di setiap rakaat, sehingga maknanya perasaan kecil manusia itu tiada hentinya di hadapan Yang MAhaagung dan Mahabesar.
Shalat sudah ada sejak sebelum Nabi Muhammad SAW, hanya bedanya, misal Nabi Isa shalatnya dengan memuji nama Allah, mengesakan nama Allah, dan menyucikan nama Allah. Zaman Nabi Ibrahim, shalatnya dalah thawaf.

BAGAIMANA SEHARUSNYA?
Shalat perlu diperhatikan bagaimana khusyu (kondisi bathin) dan khudhu' (kondisi lahir). Khudhu' itu memperhatikan kesucian badan dan tempat, sedangkan khusyu adalah bagaimana dalam shalat itu apa yang kita ucapkan sejalan dengan apa yang ada di hati kita.Al Ghazali -seorang Sufi besar- dalam kitabnya, Al-Arba'in fi Al-Ushuluddin, mengatakan bahwa shalat itu mirip seperti diri manusia, ada ruh (niat, keikhlasan), bagian tubuh (ruku, i'tidal, sujud), dan organ dalam jantung, paru-paru (rukun shalat, takbiratul ihram, Al Fatihah, dst). mengetahui makna dalam setiap zikir dan kekhusyukan berarti kemampuanbekerja yang terdapat dalam alat inderawi. Shalat tanpa khusyu seperti punya mata tapi tak bisa melihat.

Siapa bilang merepotkan?
setiap hal yang penting oleh Allah dimudhkan, air itu penting, maka air dimudahkan, udara itu penting, maka dimanapun orang bisa menemukan udara. Rasulullah SAW mengulang tiga kali kalimatnya ,"agama itu mudah"
karena pentingnya,m mak shala itu-pun dimudahkan. ada rukhsah bagi yang berhak mendapatkan rukhsah.

TEMPAT SHALAT
Rasulullah SAW diberikan Allah lima perkara:
1. Kemenangan atas musuh-musuh beliau, gentarnya hati musuh sebelum berjumpa
2. Dihalalkan rampasan perang
3. Rasulullah diutus untuk seluruh umat bukan hanya khusus kaumnya saja
4. Nabi diberikan kewenangan untuk memberikan syafaat
5. Bagi Beliau dan umatnya, bumi merupakan tempat shalat (mesjid) dan sebagai tempat untuk bersuci (tayammum), karena itu dimana mendapatkan waktu shalat maka hendaklah ia shalat ketika itu juga.

KIBLAT
Kiblat bukan hanya di barat, kita menghadap ke barat karena ka'bah berada di barat.
Yang penting sebanarnya bukan menghadap kiblatnya, namun keimanan kita kepada Allah SWT. Dalam QS Al Baqarah:177, dijelaskan bahwa kebaikan bukan mengahadap ke barat atau ke timur, tapi keimanan kita kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab, para Nabi, dan menafkahkan harta di jalan Allah.
Dulu kiblat bukan menghadap kiblat tetapi ke arah Baitul Maqdis. Namun setelah turun Al Baqarah:142, kiblat dipindahkan ke ka'bah, karena BAitul Maqdis dirusak untuk tempat pembuangan sampah sehingga orang Islam dan Nasrani pada saat itu dihina oleh orang-orang kafir karena beribadah menghadap sampah. Maka ada masjid dua kiblat (qiblatain) karena secara Historis masjid ini pernah digunakan untuk shalat menghadap baitul maqdis dan menghadap Ka'bah. (shahih Muslim 818)
Karena kiblat tidak selalunya berada di barat, maka tidak berarti kalau kita berada di atas pesawat lalu kita tengkurap. Sama halnya ketika shalat di mobil melewati jalan berkelok kelok, kita tak perlu membuat gerakan berkelok kelok. Dalam Al Baqarah:115 dikatakan bahwa ke mana saja kita menghadap di situlah wajah Allah berada.
lalu mengapa ada Ka'bah?
1. Ka'bah itu alat pemersatu, tidak ada agama seperti Islam, yang bisa menyatukan arah ibadah.
2. Kalaupun berada di Ka'bah kita diperintahkan untuk Thawaf, mengelilingi Ka'bah. Sehingga maknanya kalau kita sudah berada di Ka'bah, hal yang lebih dianjurkan adalah menjaga shalat, bukan sekedar menjalankan shalat.
Ka'bah bukan tempat untuk dipuja, maka di sana dijaga polisi. kalau kita mendewa dewakan Ka'bah maka akan dipukuli Polisi, karena dianggap musyrik. Tetapi orang Jawa kalau dipukuli malah bilang,"berkah, berkah", padahal kenyataannya benjol-benjol semua.
3. Kita tidak mengenal antropo,orfisme, sehingga Ka'bah bukan simbol Tuhan, Jadi kalau kita shalat tak perlu bikin ka'bah-ka'bahan dulu.

KITA NGGAK BOLEH SHALAT PAKE SARUNG
Menutup aurat tidak hanya pas waktu shalat, di luar shalat-pun kita hendaknya menutup aurat. pakaian yang menutup aurat digunakan pada waktu shalat maupun di luar waktu shalat. Sehingga mukena tidak menjadi keharusan bagi wanita dalam shalat. Jika pakaian sehari-hari sudah menutup aurat, maka bisa dipakai untuk shalat.
Shalat pake sarung? masak lagi shalat pakai sarung? pakainya ya sebelum shalat. kalau nggak pakai sarung? boleh pakai celana jeans, atau jenis apapun yang memenuhi syarat sahnya shalat.

CELAKALAH ORANG-ORANG YANG SHALAT......????
dalam QS Al Mudatsir:42-43 memaparkan dialog penghuni neraka Saqar ,"kenapa kalian masuk neraka ini?" Kawannya njawab,"Kami dulu tak pernah shalat.
Kelompok yang lain masih mengerjakan shalat tapi meremehkan dan menganggap enteng shalatnya. dala QS Al MAun:4-5 difirmankan Allah bahwa akan Celaka Orang-orang yang Shalat, karena mereka lalai terhadap shalatnya.
Satu cerita dari kitab hadits irsyad al-'ibad berikut
seorang ulama shaleh ditinggal mati adik perempuannya. Saat memasukkan jenazah ke liang lahat tanpa terasa dompetnya jatuhdan ikut terkubur. begitu sampai di rumah, ulama tersebut teringat dompetnya yang jatuh. kemudian dia kembali dan menggali makam adiknya. Alangkah terkejutnya ketika dilihatnya jenasah adiknya penuh kobaran api.
ulama ini lalu pergi ke rumah ibunya dan menanyakan amalan apa yang dia kerjakan. kata ibunya,"adikmu itu waktu hidup sering melalaikan shalatnya".
Mengapa demikian sulit dan berat bagi orang yag meninggalkan shalat? Karena orang yang tidak mau shalat tidak ada bedanya dengan orang kafir. Kafir itu subyek, tindakannya disebut kufur, menyembunyikan. Kufur berarti melupakan nikmat Allah dan menyembunyikannya. Lawan dari kufur adalah syukur, menampakkan syukur berarti menggunakan apa yang disyukuri dii tempat yang dikehendaki oleh pemberinya (Quraisy Shihab, wawasan Al Quran, Mizan 1998). Padahal orang yang kufur nikmat diancam Allah dalm QS Ibrahim:14: Barangsiapa yang bersyukur atas nikmatku, maka pasti nikmatku akan Aku tambah, namun barangsiapa yang kufur maka sesungguhnya azabku sangat pedih"

SHOLAT CARA RASULULLAH
Rasulullah SAW adalah figur yang paling cocok dijadikan panutan dalam menjalankan shalat. Karena beliau yang mendapat perintah langsung dari Allah SWT.
Sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan diceritakan oleh Mahmud bin Rabi'al Anshari. Seusai shalat di sebuah masjid di Madinah, tiba-tiba seorang sahabat menghampiri. Namun oleh Rasulullah diminta shalat kembali (diulang) "Kau tadi belum shalat",kata sahabat.setelah shalat lagi, pria itu kembali menghadap rasulullah, "Ulangi lagi sodaraku, kau belum shalat" Pria itupun kaget, namun ia bergegas mengulang lagi.sampai yang ketiga masih disuruh mengulangi lagi. Pria itupun sedikit mutung, sambil berkata,"Wahai Utusan Allah, demi Allah yang Mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa shalat dengan lebihbaik lagi, tolong ajarilah aku"
Rasulullah berkata,"Sahabatku, jika engkau berdiri untuk shalat, maka bertakbirah, kemudian bacalah Al-Fatihah, dan surat dalam Al Quran yang anda anggap paling mudah. Lalu rukuklah dengan tumaninah, lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Setelah itu sujudlah dengan tumaninah, lantas bangunlah hingga engkau duduk dengan tumaninah pula. lakukanlah itu dalam setiap shalatmu.
dari riwayat ini maka dapat diketahui bahwa dalam shalat harus ada keteraturan. Tidak boleh tergesa-gesa. Wajar jia kemudia tumaninah menjadi bagian dari rukun shalat, yang bila diabaikan maka shalatnya tidak sah.
shalat juga harus tertib, gerakan-gerakannya berurutan, tidak bisa habis ruku' langsung sujud.
bagaimana dengan bacaan shalat? bacalah surat-surat yang mudah, jangan mempersulit diri sendiri maupun orang lain. Terlebih lagi jika kita menjadi imam, bacalah surat yang pendek-pendek, tidak pas jika stelah mebaca Al Fatihah kita lalu mebaca Surat Al Waqiah, atau Ar Rahman.waktu ruku' tasbihnya 20 kali. Tidak pas!

1+1=27
"shalat berjamaaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian" (HR Ibnu Umar, Shahih Muslim No 1038)

SHALAT ADALAH MOTIVATOR PALING HEBAT
Dalam shalat terdapat suasana yang mampu meningkatkan kualitas bathin kita ke maqam yang lebih tinggi. Setiap ritme dalam shalat mengandung taushiyah yang mendalam. misalnya ketika kitaberdiri,kita menghadap ke tanah, mengandung makna, bagaimanapun hebatnya kita, tetap akan kembali ke tanah juga.
Shalat diakhiri dengan salam, maka hidup ini hendaklah diakhiri dengan qalbun salim (hati yang damai) lepas dari beban duniawi.
Seperti halnya shalat yang dijalani dengan gerakan, demikian juga pribadi muslim harus total action (dinamis). Hidup tidak selamanya qiyam (berdiri), atau usia dewasa, suatu sat harus ruku' (umur setengah baya) dan akhirnya akan sujud (usia senja). Jika seorang muslim tidak dinamis, maka ibaratnya hanya diam terus tanpa gerakan. Ada shalat yang hanya berdiri sja, tidak ruku' tidak sujud, yakni shalat jenazah. Maka, Muslim yang tidak dinamis, berarti sesungguhnya berada dalam kematian.
Kata Nabi, shalat adalah mi'rajnya orang yang beriman, ketika shalat, anggaplah seolah kita naik ke langit, menghadap Allah SWT, lupakan semua urusan duniawi,teman, bisnis, pekerjaan. Selesai shalat kita wajib turun ke bumi.
beranjak dari sajadah, keluar dari masjid, bertebaranlah kita ke muka bumi, memberdayakan isi semesta, menembus langit dengan kekuatan! menegakkan yang hak dan menghapuskan yang bathil.

SHALAT MENGHAPUS KESALAHAN
Abu Huarirah mendengar rasulullah bersabda,"Apa pendapat kalian bila terdapat sungai di depan pintu rumah seorang dari kalian kemudian ia mandi setiap hari disana sebanayk 5 kali?Apakah masih ada kotoran tersisa? para shahabat menjawab,"tidak akan tersissa kotoran sedikitpun" demikianlah perumpamaan shalat 5 waktu, dengan shalat, Allah akan menghapus semua kesalahan" (Shahih Muslim no.1071)

PENUTUP
Ketundukan Ibrahim, ketika buah hatinya yang 94 tahun dinantikannya, tiba-tiba turun perintah untuk menyembelihnya.
ketaatan Nuh, dalam padang pasir yang tandus, dimusim kemarau, duiperintahkan Allah untuk membangun bahtera. saat itu dianggap perbuatan gila oleh kaumnya yang menyimpang!
itulah Islam, yang didalamnya terdapat kepasrahan dan ketaatan.

No comments:

Post a Comment